Assalamualaikum wr. wb

Blog ini sebenarnya adalah sebagian besar berisi informasi tentang bayi dan balita.
karena aku mempunyai anak yang masih bayi.
Semua informasi yang aku pernah dapatkan, aku usahakan untuk di posting di blog ini dengan tujuan agar bermanfaat bagi orang banyak.
Demi kemajuan blog ini, tolong tinggalkan komentar atau vote anda.
Boleh juga kritik dan saran yang membangun.


Wassalamualaikum wr. wb
Bundanya Shakila


Monday, 1 February 2016

Bento roti isi



Sudah agak lama nih aq ga nge-blog. Hem, semejak dapet cuti 1,5 bulan, jadi ga megang-megang komputer. Malam ini shakila udah tidur, saatnya nge-blog. hehehehe....

Cuti 1 bulan lebih itu rasanya luar biasa ya. Bisa nemenin shakila seharian, bisa nganter shakila sekolah, bebas buat menu untuk bekal shakila (walaupun ga jauh-jauh dari makanan ringan sih). Seperti kali ini, aq buat roti isi untuk shakila. 

Sebenernya sih biasa aja, cuma aq buat semenarik mungkin biar shakila mau makan. Bahan-bahannya disesuaikan sama yang shakila suka dan yang ada dikulkas. Langsung aja ya ;

Peralatan :

1. stampel kepala chipmunk (yg ada cuma bentuk itu)

2. Cetakan huruf bongkar pasang, untuk nulis apa yg kita suka
3. Mangkok plastik, untuk cetakan roti (bisa bentuk apa aja, ga harus bulet)
4. Pisau

Bahan-bahan :
1. Roti tawar 2 lembar
2. Saus bolognese
3. tomat
4. Ketimun

Cara membuat ;
1. Stam roti agar membentuk kepala chipmunk
stam rotinya

hasilnya seperti ini
2. Stam huruf yang sudah disusun menjadi kata-kata
hasilnya seperti ini
3. Isi roti sesuai selera. Aq isi dengan : saus bolognese, tomat, ketimun. Lebih enak lagi kalo dikasih keju nih. atau mayonaise.

4. tutup dengan lembar yang sudah bergambar, kemudian cetak dengan mangkok plastik
Sengaja aq menggunakan mangkok yang mempunyai bibir dilingkaran mangkoknya, biar roti bisa melekat sempurna.
seperti ini hasilnya
Roti siap untuk dibawa sebagai bekal anak sekolah.

Sekali lagi, roti isi ini bebas ya mau diisi dengan apa aja. Bisa tumis suiran ayam, sosis, meses, daging burger + selada, atau apa aja. Yang penting anak suka.

Alhamdulillah bekelnya dimakan, beda banget waktu aq bekelin nasi. 
Walaupun dibentuk macem-macem, tetep aja dimakan cuma  sesuap. Sesuap lamaaaaa banget. Udah keburu bel masuk (TK istirahat cuma 15 menit).

Sampe rumah minta dibikinin roti kayak gini lagi. Tapi begitu tomat dan ketimunnya abis, rotinya ga dimakan. Katanya tomat & ketimunnya udah ga ada.

Oh ya, untuk cetakan bisa menggunakan apa aja ya. Bisa gelas, ukuran diameter disesuaikan dengan ukuran roti & ukuran yang dimau. Atau bisa juga menggunakan cetakan roti seperti ini ;
cetakan ini hadiah dari meses (cetakan favoritnya shakila)


 

Selamat berkreasi :)




Monday, 21 December 2015

Cara membuat miniatur kemasan makanan untuk mainan



Mainan anak jaman sekarang tuh ya, lucu2 banget deh. Tak terkecuali mainan supermarket-supermarketan. Atau main masak-masakan. Dimana disitu ada miniatur dari makanan. Sebenernya banyak sih yang jual printilan dari miniatur makanan ini. Dari yang murah sampai yang mahal. Tapi ga ada salahnya kalo kita membuat sendiri :)

     Kali ini aq coba sharing cara membuat miniatur kemasan makanan yang sering kita jumpai sehari-hari. Bermodalkan kardus bekas makanan/minuman, scaner, komputer, printer dan tentu saja kertas, kita bisa membuatnya sesuka hati.

Caranya :
1. Kardus makanan/minuman yang sudah kosong, kita bongkar. Usahakan saat membongkar tidak sampai merusak kemasan. Karena inilah yang menjadi modal utama.



2. Scan kardus yang sudah dibongkar

3. Rapihkan gambar jika ada cacat. Seperti aq ini, kardus susu tidak mulus. Sedikit robek karena lem yang menempel pada sedotan terlalu kuat.Lihat gambar dibawah yang aq beri lingkaran merah


Aq harus merapihkannya dengan photoshop. Dan seperti ini lah setelah dirapihkan.

4. Persiapan untuk print garmbar. Karena kita ingin membuat miniatur yang seharusnya ukurannya lebih mini dari ukuran aslinya, oleh sebab itu aq mengaturnya menjadi 70% saja.





5. Print gambar yang sudah di scan. Karena tidak ada printer warna, dan tidak ada kertas foto atau kertas apapun yang lebih tebal, jadi aq print menggunakan kertas biasa dan hanya berwarna hitam putih.

Lebihkan sedikit agar bisa di tekuk dan di lem.

6. Saatnya kita berkarya. Tekuk-tekuk dan lem hingga membentuk sebuah kemasan seperti aslinya. Dan jadi deh.....


yang ini aq buat 50%
 
ini 70%




Untuk kardus pizza, aq membuatnya sendiri. Design sendiri gambarnya. Ah sayang print nya cuma hitam putih dan di kertas biasa. Kalo berwarna dan kertas lebih kaku akan lebih menarik nih.

Oh ya, untuk kardus pizza aq menggunakan pola kardus seperti ini :

ada 2 design yang aq buat, cuma yang diprint baru yang pizza.




Tuesday, 24 November 2015

Homemade Playdough



Sekarang shakila sudah mulai TK. Mainannya jauh lebih kreatif ketimbang waktu usianya masih batita. Ga seru kayaknya main masak-masakan kalo ga pake play dough. Pernah beli yang murahan, merek Fun dough. Tapi kecewa banget deh. Play dough nya ga lentur, ibarat nasi mah ga pulen, tapi perak. Cuma bisa dimainin sekali pake, karena play dough udah keras. Tapi ga apa-apa sih, murah ini. heheheheh....

Sebenernya yang jual play dough (lilin) ini banyak banget di toko-toko buku atau pasar. Tapi aman ga ya? Pengalaman dulu jamannya kecil, kalo main itu tangan jadi bau & berminyak.

Pengen kasih yang aman buat shakila. Sempet juga aq bikin dari adonan terigu. Cuma mengandalkan logika aja sih.
Percobaan ke-1 :
aq buat dari terigu + air + minyak. Takaran hanya kira-kira.
aq fikir, yang penting lentur & kalis.
Hasilnya : memang bisa dibuat mainan, tapi ga tahan lama. Keras & jamuran. Karena aq cuma simpan di plastik kresek bareng mainannya shakila.

Percobaan ke-2 :
yang ini udah mulai baca-baca di internet.
aq buat dari terigu + air + minyak + garam. Takaran kira-kira.
Hasilnya : lembuuuuttt banget. aq simpan di wadah tertutup. Sampai 2 minggu play dough nya masih bagus. Masih lentur & ga jamuran.

Percobaan ke-3 :
Coba resep yang lain dari internet, tapi ga 100% sesuai resep.
aq buat dari terigu + air + minyak + garam + cream or tartar + pewarna
Hasilnya : Lembuuuutt... belum tau tahan sampai berapa lama. Karena aq buat baru 3 hari yang lalu.

Nah, aq coba sharing resep yang udah banyak sliweran di internet. Sebenernya sih banyak versi. Dari mulai bahan sampai proses pembuatannya. Ini resep yang aq pakai untuk percobaan ke-3. Tapi untuk proses pembuatan, aq rubah sedikit (efek males masak-masak).

Bahan :

* 2 cangkir air
* 1 cangkir garam
* 2 sdt cream of tartar
* 2 sdt minyak
* 2 cangkir terigu
* Pewarna makanan

Cara membuat :
1. Panaskan semua bahan, kecuali terigu & pewarna makanan hingga hangat
2. Angkat wajan dan campurkan ke terigu
3. Setelah tercampur rata, tuang adonan di atas kertas roti. Biarkan agak dingin.
4. Beri warna dan uleni hingga warna rata & tekstur lembut.
5. Play dough siap dimainkan

Alat tempurnya shakila nih, tinggal nunggu play dough nya

Sedangkan Cara yang aq buat :
1. Didihkan air (hanya air)

2. Campur bahan kering : terigu + garam + cream of tartar


Yang ini anak-anak pasti suka. Biarkan mereka yang melakukan ya bun :)

3. Masukkan air mendidih & minyak. Tuang sedikit-sedikit hingga dirasa cukup. Yang ini harus bunda yang melakukannya. Hati-hati, jangan sampai kena si kecil :)

4. Uleni hingga kalis, tambah air jika dirasa memang perlu. Disini kayaknya aq ga pake takaran dalam menuang air. Yang penting kalis.

Shakilanya udah ga sabar buat mainin play dough nya :)
 5. Bagi adonan menjadi beberapa bagian

6. Beri pewarna sesuai keinginan


7. Uleni hingga warna rata. Yang ini Emaknya yang ngalakuin. Soalnya tangan bakalan belepotan sama pewarna. Pake perasaan juga kasih pewarnanya sampai sesuai dengan keinginan. Dan jadi deh.....




lagi nimbang-nimbang, enaknya kalo dijual berapa ya?
hahahahaha.....
Liat deh play dough foto di atas. Bener-bener mulus kan? Ga pecah-pecah.


Play dough kurang lentur, jadi pecah-pecah


Yang aq buat, lentur & ga pecah-pecah waktu dibentuk
Pasti ada yang bertanya-tanya, fungsinya garam dan cream of tartar buat apa ya? pertanyaan itu sama ketika aq pertama membaca resep. Dengan susah payah cari-cari, akhirnya inilah jawabannya.
* Garam
Berfungsi sebagai anti bakteri. Itulah sebabnya di percobaan ku yang pertama (tanpa garam) dan percobaan selanjutnya (dengan garam) hasilnya berbeda. Adonan yang menggunakan garam, lebih tahan lama ketimbang ga pake garam. Terbukti di percobaan ke-2 ku, udah 2 minggu masih bagus. Padahal enggak ditaro di lemari pendingin
* cream of tartar
Berfungsi agar adonan lebih lentur. Sebenernya bahan ini ga wajib sih. Asalkan komposisi bahan yang lainnya pas, pasti akan lentur. Terbukti di percobaan ku yang ke-2. Tidak menggunakan cream of tartar, tapi tetep bisa lentur.

Play dough ini aman ya bunda...karena memang bahan-bahannya khusus untuk makanan. Cuma rasanya aja yang asin pake bingit. Aq juga gunakan pewarna makanan. Eh, aq pakai pasta deh. Biar ada wangi-wanginya. Itu lah yang menyebabkan shakila terdorong untuk mencicipi tangannya waktu lagi megang play douh. Dan katanya "Asiin ma". hahahahaha....

Oh ya, setelah dimainkan jangan lupa letakkan play dough di wadah tertutup ya. Dan masukkan kedalam lemari pendingin. Katanya sih bisa awet hingga 6 bulan (entah lah, aq baru buat 3 hari yang lalu).

Sehabis masuk kulkas, ketika ingin dimainkan kembali biasanya play dough lebih lembek dan lengket. Jangan khawatir, bunda bisa meletakkan play dough diruangan terbuka beberapa menit atau beberapa jam. Atau menamburkan sedikit terigu agar tidak lengket.
Taburkan terigu agar tidak lengket, kemudian uleni kembali hingga kalis

lebih mirip kue moci.
hahahaha...
Shakila lebih suka mainin tepungnya ketimbang doughnya
Atau jika play dough menjadi keras, bunda bisa menambahkan sedikit air dan uleni kembali hingga lentur.

Jangan khawatir rumah akan berantakan saat membuat play dough ini dengan si kecil, jangan khawatir tangan mungilnya belepotan, jangan khawatir bajunya akan kotor.  Kotoran gampang dibersihkan, tetapi kreatifitas susah diciptakan :)

Have fun with your children